Tiga Taekwondoin Depok Mengikuti Ujian DAN Periode XXII

1 12 2008

Tasikmalaya, 30 Desember 2008

Pada tanggal 29 dan 30 November 2008, Pengprov Taekwondo Jawa Barat kembali menyelenggarakan Ujian Kenaikan Tingkat Sabuk Hitam/DAN periode XXII di GOR Lidya, Kota Tasikmalaya. Ujian ini diikuti sekitar 300 taekwondoin dari 15 pengcab se-Jawa Barat.

Depok mengirimkan tiga taekwondoin nya dalam ujian kali ini, yaitu Arie Pratama (Pelatih Bang Day Dojang), Galanta dan Kevin yang berasal dari unit Santa Theresia. Sebelum ujian, Pengprov Jabar mengadakan latihan penyeragaman tehnik serta ujian teori pada tanggal 29 November 2008.

Pada tanggal 30 November 2008 barulah ujian tehnik digelar, ujian ini terdiri dari poomsae, gibon domjang, hosinsul, kyourugi dan terakhir kyupak (pemecahan). Keseluruhan dari penyelenggaraan ujian berjalan dengan baik, selain ujian para peserta juga dihibur oleh atraksi-atraksi yang diperagakan oleh Taekwondoin Kota Tasikmalaya.

Sebelum hasil ujian diumumkan, perwakilan dari PBTI yaitu Sabeum Nim Lamting menyampaikan beberapa masukan untuk ujian kali ini, beliau menyampaikan bahwa tenaga, kecepatan dan akurasi adalah faktor penting dalam taekwondo.

Tibalah saatnya hasil ujian diumumkan, wajah para peserta terlihat tegang, ada pula yang tanpa sengaja mengucurkan air matanya. Pasalnya apabila tidak lulus, mereka harus mengulang/her dua minggu kemudian di Bandung. Allhamdulillah tiga taekwondoin depok berhasil lulus pada ujian kali ini, Arie dan Galan menjadi DAN 1, sedangkan Kevin menjadi Poom 1.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Sabeum Nim Abdul Rahman P, Sabeum Nim Jackson Renold, Orang tua dari Kevin, serta semua pihak yang telah membantu kami di ujian ini.

Salam Taekwondo, Keep on fight!

Advertisements




Lambang Taekwondo Indonesia

31 10 2008

Arti bagian-bagian lambang:

1. Perisai bulat, melambangkan kebulatan tekad dan keteguhan hati untuk membela persatuan dan kesatuan yang utuh dan bulat dari Taekwondo Indonesia .

2. Kepalan tangan dengan lima jari – jemarinya melambangkan semangat perjuangan, keuletan dan ketekunan serta pantang menyerah.

3. Warna hitam melambangkan suatu kekuatan atau ketahanan

4. Warna kuning melambangkan kemuliaan dan kesejahteraan.

5. Warna Merah Putih melambangkan kedaulatan Republik Indonesia





Kejuaraan Taekwondo Tingkat Junior & Pra Junior Depok Open 2008 se-Jawa Barat

9 08 2008
Kejuaraan Taekwondo Tingkat Pra Junior dan Junior, DEPOK OPEN 2008 se-Jawa Barat. Kejuaraan ini dimaksudkan untuk mengembangkan prestasi para Taekwondoin Kota Depok pada khususnya, dan Taekwondoin Jawa Barat pada khususnya.
Pada Kejuaraan ini dipertandingkan Kategori Kyorugi (Fight) dan Poomse(Rangkaian Jurus).

Pendaftaran       : 20 Juli – 24 Agustus 2008

Tempat             : KONI Kota Depok, Jl. Gelatik Raya, Depok Jaya, Kota Depok 16432

Info                  : http://www.depokopen2008.co.cc

Pendaftaran Via E-mail: taekwondodepok@gmail.com

sThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it <!–
document.write( ” );
// –>
Sumber: http://www.tkd-depok.com





Hasil Perolehan Medali Cabang Taekwondo PON Kaltim XVII

7 08 2008

PON Kaltim XVII telah berlalu, inilah hasil perolehan medali cabang Taekwondo dari setiap daerah klik disini dan nama-nama atlit yang mendapatkan medali klik disini

Sumber: http://www.pbti.or.id





Ujian Kenaikan Tingkat

30 07 2008

Diberitahukan kepada seluruh pelatih, bahwa Ujian Kenaikan Tingkat akan diadakan pada :

Tanggal               : 10 Agustus 2008

Tempat               :  SMUN 2 Depok, Jl. Gede Raya No. 177 Depok 2

Waktu                 : 08.00 s/d Selesai

Diharapkan kepada para pelatih dapat mengumpulkan berkas-berkas yang dibutuhkan, paling lambat tanggal 3 Agustus 2008.

Sumber: http://www.tkd-depok.com





Depok mewakili Jawa Barat di Piala Menpora 2008

25 07 2008

Sheren Utari, atlit kebanggaan Depok dan Jawa Barat

Pada tanggal 19 & 20 Juli 2008 diadakan Seleksi Taekwondo Kelompok Umur Piala Menpora 2008 di Gedung POPKI, Cibubur-Jakarta. Pengcab Taekwondo Kota Depok dipercaya oleh Pengda Taekwondo Jawa Barat untuk mewakili Tim Jawa Barat di kejuaraan ini. Persiapan yang dilakukan Depok sangatlah minim, hanya sekitar satu minggu, dikarenakan pemberitahuan yang sangat mendadak.

Kejuaraan ini diikuti oleh 118 peserta yang berasal dari tujuh propinsi, yaitu tim tuan rumah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, DI Yogyakarta dan Aceh .Tim Jawa Barat sendiri dipimpin oleh sabeum nim Abdul Rahman P  atau yang biasa disapa sabeum nim Ojie sebagai pelatih dan sabeum Asep Kurniawan (Atlit Pelatnas dan Atlit PON XVII Jawa Barat) sebagai asisten pelatih. Dengan persiapan yang sangat mendadak, Jawa Barat mendapatkan satu medali emas dan empat medali perunggu, medali emas diraih oleh Sheren Utari yang turun di kelas Feather Junior setelah mengalahkan atlit DI Yogyakarta. Sedangkan medali perunggu masing-masing diraih oleh Andhika, Andre, Carla dan M. Rizky Maulana.

Sheren merupakan atlit kebanggaan Depok dan Jawa Barat, walaupun ia masih duduk di bangku kelas X SMA tetapi sudah banyakmenorehkan banyak prestasi, seperti meraih medali perak di Kejurprov Jawa Barat 2007 dan Perunggu pada Kejurnas Junior 2008 di Bandung.

Atlit-atlit yang meraih medali emas, rencananya akan dikirim untuk mengikuti Training Camp di Korea. Para atlit akan langsung dipimpin oleh Mr. Oh Ilnam, mantan pelatih nasional Indonesia asal Korea.

Semoga Depok dapat menjadi daerah penghasil atlit-atlit berprestasi baik di daerah, nasional maupun Internasional. Sukses selalu untuk Taekwondo Depok.

Sumber: http://www.tkd-depok.com





Atlit Taekwondo Andalan Kota Depok Dicurangi Tuan Rumah

14 07 2008

Rupanya semangat olahraga dengan mengutamakan sportifitas telah tercoreng di PON XVII di Kaltim. Asep Kurniawan, atlit taekwondo kota Depok yang membela Jawa Barat pada PON kali ini harus tersandung langkahnya di babak semi final, setelah bertemu Sandy, atlit tuan rumah (Kaltim).

Dari ronde awal Asep terlihat mendominasi jalannya pertandingan, atlit tuan rumah sempat ketinggalan point jauh dari Asep, tapi di ronde ketiga, faktor non teknis pun terjadi, yaitu kecurangan wasit yang memimpin jalannya pertandingan. Asep melakukan serangan yang gencar tetapi yang mendapakan point justru lawannya. Sampai-sampai perolehan point seri dan harus diadakan babak tambahan (sudden death), di babak penentuan ini siapa yang paling cepat mendapatkan point akan keluar sebagai pemenang. Asep langsung menyerang tetapi tendangan yang harusnya mendapatkan point malah tidak dihitung oleh wasit, sedangkan giliran atlit tuan rumah melakukan tendangan counter attack yang harusnya tidak mendapatkan point malah dihitung. Alhasil Asep kalah dari atlit tuan rumah dan harus puas mendapatkan medali perunggu.

Pihak Jawa Barat langsung protes kepada panitia sambil menunjukan rekaman pertandingan tetap saja tidak ditanggapi, Asep yang optimis akan meraih medali emas harus menerima kekalahan yang menyakitkan ini, bukan dikalahkan lawan tetapi dikalahkan oleh wasit yang tidak objektif.

“Di Indonesia, sportifitas olahraga rupanya belum benar-benar ada, kecurangan yang terjadi bisa berdampak buruk bagi atlit dapat dan bisa mematahkan semangat mereka, perjuangan dan pengorbanan yang dilakukan bertahun-tahun harus kandas karena adanya kecurangan.” ujar Sabeum Nim Abdul Rahman, pelatih Asep Kurniawan, beliau yang mendidik Asep dari awal sangat menyayangkan hal ini.

Mungkin kasus ini merupakan salah satu yang akan menjadi evaluasi dari panitia PON XVII, kami semua mengharapkan hal-hal seperti ini tidak terjadi di event-event lainnya. Maju terus olahraga Indonesia dan junjung tinggi sportifitas.