Bharaduta Open 2017

28 07 2017

Kejuaraan Taekwondo “Bharaduta Open 2017” Tingkat Nasional akan dihelat pada tanggal 29 September – 1 Oktober 2017 di GOR POPKI Cibubur. Kejuaraan ini dilaksanakan oleh Diktukba Polri II TA 2003 bekerja sama dengan Rotan Bharaduta Taekwondo dan Pengcab T.I Kota Depok.

Informasi Pendaftaran:

Sabeomnim Sutrisno 0821 1253 4686

Sabeomnim Fauzan Ahsanu 0856 6943 8030

Sabeomnim M. Rafi 0857 1535 7924

Download Proposal dibawah ini:

Proposal Bharaduta Open 2017

IMG-20170725-WA0001

Advertisements




2 Perak di KTB Cup 2017

28 07 2017

KTB Cup Open 2017 se – Jawa Barat telah digelar pada tanggal 21 – 22 Juli 2017 di GOR Pajajaran Kota Bogor. Salah satu pertandingan open terbesar di Jawa Barat ini kembali dilaksanakan dengan sukses. Terlihat dari banyaknya peserta yang ikut, bahkan beberapa Tim Pelatcab dari Kota / Kabupaten di Jawa Barat ikut berpartisipasi.

Taemi Team mengirimkan sebanyak 5 atlet pada kejuaraan ini. Dengan penuh perjuangan akhirnya kami mendapatkan 2 medali perak, diantaranya Surya Permana Putra dikelas U-68 Kg Senior Putra dan Febriyanti dikelas U-73 Kg Senior Putri.

“Kami cukup puas dengan raihan 2 medali perak ini, Surya dan Febriyanti memang ditargetkan untuk bertemu dengan atlet-atlet dari daerah lain yang akan berpartisipasi di BK PORDA yang dihelat bulan Oktober 2017. Kami dapat pengalaman berharga dapat bertemu dengan calon lawan di BK PORDA nanti.” Ujar Sabeomnim Arie Pratama selaku Kepala Pelatih Taemi Team.

Surya Permana berhasil mengalahkan atlet dari Kabupaten Bandung Barat dan atlet tuan rumah KTB, pada partai final Surya kalah dari atlet Kota Cirebon. Sedangkan Febriyanti berhasil mengalahkan atlet dari Kabupaten Bandung dan pada partai final harus mengakui keunggulan lawan dari Kabupaten Bandung Barat.

Semoga Kedepan kami dapat berprestasi lebih baik lagi. Tetap semangat!





Persiapan Asian Games XVI Guangzhou – Cina

31 03 2010

Atlet Taekwondoin Putri Dipersiapkan Untuk Membidik Medali di Asian Games


Solo –  Taekwondoin Putri Indonesia asal Jawa Tengah, Fransisca Valentina, dipersiapkan untuk membidik medali pada Asian Games XVI di Guangzhou, China, 12-27 November 2010 mendatang. Pada pesta multievent antar Negara Asia mendatang Pihak Taekwondoin Indonesia akan berhadapan dengan atlet dari Thailand, Korea dan tuan rumah Cina.

Fransisca adalah peraih medali perak SEA Games XXV/2009 Laos tahun lalu. Pada babak final pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara itu dia dikalahkan atlet Thailand Buttre Poedpong, yang juga peraih medali perak Olimpiade Beijing, China, 2008.

“Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyumbangkan medali bagi kontingen Indonesia,” kata Fransisca seperti dikutip dari kompas.com, dijelaskan juga “Atlet Thailand merupakan atlet terkuat di kelas fin putri, kemudian atlet tuan rumah Cina, apalagi atlet Korea yang notabene cabang olahraga ini asalnya dari sana.” jelasnya.

Ia mengakui, memang waktu latihan yang hanya beberapa bulan ini, sulit bagi dirinya untuk mengalahkan atlet Thailand. Meskipun demikian, dirinya akan berusaha agar bisa menyumbangkan medali bagi kontingen Indonesia, karena sebelum tampil pada Asian Games mendatang, sejumlah ajang akan digunakan sebagai uji coba seperti Kejuaraan Islamic Solidarity di Iran pada April mendatang, dan kejuaraan Taekwondo Asian di China, Mei 2010.





Arti Dari Lambang Taekwondo Indonesia

1 02 2010

Sudah tahukah anda apa arti dari lambang Taekwondo Indonesia?

Arti bagian – bagian lambang :

1. Perisai bulat, melambangkan kebulatan tekad dan keteguhan hati untuk membela persatuan dan kesatuan yang utuh dan bulat dari Taekwondo Indonesia .

2. Kepalan tangan dengan lima jari – jemarinya melambangkan semangat perjuangan, keuletan dan ketekunan serta pantang menyerah.

3. Warna hitam melambangkan suatu kekuatan atau ketahanan

4. Warna kuning melambangkan kemuliaan dan kesejahteraan.

5. Warna Merah Putih melambangkan kedaulatan Republik Indonesia.





UKT Periode I 2009 Taekwondo Kota Depok Sukses Terselenggara

31 03 2009

Pengcab Taekwondo Kota Depok dibawah kepemimpinan Ketua yang baru, Ibu Yuyun Purnomo kembali melaksanakan Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) periode I Tahun 2009. UKT kali ini dilaksanakan di SMA Yaspen Tugu Ibu, Depok II Tengah dan diikuti oleh 410 Taekwondoin yang berasal dari 28 unit latihan di Kota Depok.

UKT dimulai pkl. 08.00 WIB, para peserta ujian pun sudah berkumpul di lapangan dan langsung melakukan pemanasan, Sabeum Arie Pratama yang memimpin pemanasan ini, setelah pemanasan, para peserta melakukan jogging di rute yang sudah disiapkan oleh panitia sebelumnya.

Setelah jogging selesai dilanjutkan dengan upacara pembukaan, Sabeum Fauzan Ahsanu sebagai ketua panitia kali ini memberikan laporan tentang pelaksanaan ujian ini. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ibu Yuyun Purnomo, Ketua Pengcab TI Kota Depok periode 2009-2014.

Setelah upacara pembukaan selesai, para peserta mulai mengikuti ujian sesuai dengan nomor urut mereka masing-masing. Ujian terdiri dari Gibon Domjang (gerakan dasar), Taegeuk poomsae (rangkaian jurus), Hosinsul (beladiri praktis), Kyourugi (Sparring) dan Kyupak (pemecahan).

Penguji dari Pengprov Jawa Barat, Sabeum Nim Hari Ishak turut hadir dalam UKT kali ini. Beliau menyampaikan bahwa pembinaan taekwondo itu harus dimulai dari tiap-tiap unit, sehingga Taekwondo Depok dapat semakin maju dan berkembang. Taekwondo Depok juga masuk kedalam tiga besar daerah dengan peserta ujian terbanyak di Jawa Barat.

“UKT kali ini sudah berjalan dengan sukses, walaupun masih ada kendala-kendala seperti, keterlambatan persyaratan ujian dari unit-unit dan masih ada beberapa orang peserta yang terlambat hadir ketika ujian. Semoga untuk kedepannya, pelaksanaan UKT akan lebih baik lagi”, ujar Sabeum Fauzan Ahsanu.

Sebanyak  19 Taekwondoin dari Bang Day Dojang ikut serta dalam ujian kali ini. Terlihat sekali ketika ujian, Taekwondoin Bang Day Dojang sangat semangat.

Semua peserta UKT periode I Tahun 2009 dinyatakan lulus dan bisa melanjutkan ke tingkat berikutnya. Kami mengucapkan selamat kepada Taekwondoin Bangday Dojang dan seluruh Taekwondoin Kota Depok .

Jaya Taekwondo Depok! !





Hebat!!!Nenek Usia 77 Tahun Tetap Latihan Taekwondo

13 03 2009
Chi Bong-yon ketika latihan

Chi Bong-yon ketika latihan

Jangan menilai seseorang dari penampilan luar. Hal ini rasanya tepat jika melihat kiprah Chi Bong-yon, nenek berusia 77 tahun, yang aktif dalam bela diri taekwondo di Seoul, Korea Selatan. Ia berhasil membuktikan meski tubuh manusia menjadi tua, jiwa tetap muda. Chi biasa berlatih di sebuah pusat latihan di pinggir Kota Seoul.

Mereka menikmati latihan selama dua jam bersama anggota lain yang rata-rata berumur 58 hingga 80 tahun. Chi pertama kali mengikuti taekwondo sekitar sepuluh tahun silam. Ketika itu, ia didiagnosa mengidap kanker. Chi kini telah mengalahkan penyakit tersebut. Chi bersama rekan-rekannya mampu mematahkan kayu. Chi tak takut menghadapi siapa pun dengan kemampuan yang dimiliki. “Jika saya marah, saya bisa mengeluarkan beberapa jurus taekwondo,” kata Chi.

Meski awalnya ditentang keluarga, latihan taekwondo warga manula (manusia lanjut usia) di Korea justru didukung pemerintah karena membuat tubuh lebih sehat.

Sumber: http://www.rileks.com





Asep Kurniawan Meraih Perak

15 12 2008

Atlit andalan taekwondo Depok, Asep Kurniawan yang mewakili Universitas Widyatama, Bandung, harus puas meraih medali perak setelah dikalahkan oleh Ramdoni dari Universitas Bina Bangsa di Kejurnas Taekwondo Piala Presiden Cup. Kejuaraan ini berlangsung di GOR POPKI Cibubur, tanggal 4-6 Desember 2008.

Asep yang turun di kelas Fly Senior (54-58 Kg) kalah karena kecurangan wasit yang memimpin pertandingan. Di dua ronde, Asep mampu unggul dari lawannya, beberapa kali tendangan Asep menghasilkan poin sehingga ia bisa mendominasi jalannya pertandingan. Di Ronde tiga perolehan poin menjadi 2-2, padahal menurut Asep, lawannya tidak mungkin mengejar poinnya. Di partai Sudden Death, Asep harus menelan kekalahan pahit akibat keputusan wasit yang tidak objektif, tendangan Asep yang seharusnya mendapat poin malah tidak dihitung, alhasil lawan pun dapat memenangkan pertandingan ini.

Di tahun ini Asep harus kembali mengalami ketidakberuntungan, setelah sebelumnya ia hanya memperoleh medali perunggu di PON XVII Kaltim, ia dikalahkan oleh Atlit Tuan rumah melalui keputusan-keputusan wasit yang kontrovesial.

“Walaupun di tahun ini saya banyak dirugikan oleh faktor-faktor non teknis, tapi saya tidak menyalahkan sepenuhnya pada hal itu. Saya akan tetap mensyukuri hasil yang saya peroleh, saya selalu mengevaluasi diri sendiri, mungkin emosi saya saat bertanding masih sulit untuk di kontrol, sehingga saya harus bisa mematangkan diri. Dan saya optimis akan menjadi yang terbaik”, ujar Asep yang diwawancarai oleh redaksi tkd-depok.com.

Semoga untuk kedepannya semangat sportifitas bisa ditunjukan di berbagai event Taekwondo. Maju terus Taekwondo Depok.

Sumber: http://tkd-depok.com