2 Perak di KTB Cup 2017

28 07 2017

KTB Cup Open 2017 se – Jawa Barat telah digelar pada tanggal 21 – 22 Juli 2017 di GOR Pajajaran Kota Bogor. Salah satu pertandingan open terbesar di Jawa Barat ini kembali dilaksanakan dengan sukses. Terlihat dari banyaknya peserta yang ikut, bahkan beberapa Tim Pelatcab dari Kota / Kabupaten di Jawa Barat ikut berpartisipasi.

Taemi Team mengirimkan sebanyak 5 atlet pada kejuaraan ini. Dengan penuh perjuangan akhirnya kami mendapatkan 2 medali perak, diantaranya Surya Permana Putra dikelas U-68 Kg Senior Putra dan Febriyanti dikelas U-73 Kg Senior Putri.

“Kami cukup puas dengan raihan 2 medali perak ini, Surya dan Febriyanti memang ditargetkan untuk bertemu dengan atlet-atlet dari daerah lain yang akan berpartisipasi di BK PORDA yang dihelat bulan Oktober 2017. Kami dapat pengalaman berharga dapat bertemu dengan calon lawan di BK PORDA nanti.” Ujar Sabeomnim Arie Pratama selaku Kepala Pelatih Taemi Team.

Surya Permana berhasil mengalahkan atlet dari Kabupaten Bandung Barat dan atlet tuan rumah KTB, pada partai final Surya kalah dari atlet Kota Cirebon. Sedangkan Febriyanti berhasil mengalahkan atlet dari Kabupaten Bandung dan pada partai final harus mengakui keunggulan lawan dari Kabupaten Bandung Barat.

Semoga Kedepan kami dapat berprestasi lebih baik lagi. Tetap semangat!

Advertisements




Liputan Radar Depok, Mengenal Taekwondo Menuju Prestasi (Taemi) (2-Habis)

24 03 2014
Radar Depok 24 Maret 2014 (II-Habis)

Radar Depok 24 Maret 2014 (II-Habis)

Mengenal Taekwondo Menuju Prestasi (Taemi) (2-Habis)

Pernah Mengajar Orang Korea, Mengikuti Beberapa Turnamen

Tidak hanya orang Indonesia saja yang ikut beladiri di Taemi. Bahkan negara asal Taekwondo (Korea), pernah ikut berlatih disana. Lebih lanjut, tak sekedar namanya saja yang menuju prestasi, Taemi memang menjadi lokasi munculnya bibit atlet potensial. Dengan seabreg prestasi tentunya.

TUBUH Arie Pratama, sang pendiri Taemi berpeluh keringat. Baju tempur seorang atlet Taekwondonya basah. Hari menjelang gelap dan suhu udara turun. Selepas bersalin pakaian, Arie menyempatkan diri menerima pamitan pulang murid-muridnya.

Tak hanya mengajar produk dalam negeri. Arie nyatanya pernah memiliki murid seorang Korea. Unik, sebab negeri gingseng itu merupakan tempat lahirnya beladiri kaki ini.

Semua berawal tahun lalu. Ketika itu, dia-murid asal Korea kebetulan tengah menimba ilmu di Universitas Indonesia (UI) jurusan Bahasa Indonesia. Karena kecintaan dia kepada beladiri asal negerinya, dia pun mencari perguruan Taekwondo di Depok. Taemi menjadi pilihannya.

“Orang Korea itu belajar Taekwondo di Taemi team lumayan lama dari Maret 2013-Februari 2014 hampir satu tahun,” kata dia.

Berbicara tentang kegiatan Taemi, tidak luput dengan turnamen. Dari awal berdirinya (medio 2012), anggota di Taemi sudah mengikuti turnamen tingkat kota sampai nasional.

Beberapa pertandingan yang diikuti Taemi team antara lain Tingkat Nasional 2012 di Bali, mengirimkan 1 atlet namun sayang gagal mendulang emas. Juara umum pertama Depok Taekwondo Festival 2013 di Gymnasium UI.

Terakhir seorang atlet dari Taemi, Muhammad Rosyid akan bertanding dalam Pekan Olahraga Daerah (PORDA) November. “Sebenarnya banyak kejuaraan kita ikuti, namun itu sebelum terbentuknya taemi team,” tambah Arie.

Arie memang punya bekal pengalaman yang banyak. Karenanya lumrah jika dia memiliki banyak murid.

“Saya pernah menjadi pelatih tim popda depok tahun 2010, dalam pertandingan tersebut tim popda mendapatkan dua emas dan tiga perunggu,” tandasnya. (*)

Laporan: Muamar Lufti, Radar Depok.

Sedikit koreksi dari saya (Arie Pratama):

– Tim popda taekwondo 2010 mendapatkan dua emas, dua perak dan empat perunggu.





Liputan Koran Radar Depok, Mengenal Taekwondo Menuju Prestasi (Taemi) (1)

22 03 2014
Radar depok 22 Maret 2014 (1)

Radar depok 22 Maret 2014 (1)

Mengenal Taekwondo Menuju Prestasi (Taemi) (1)

Punya 250 anggota, 30 jadi Atlet

Taekwondo adalah Olahraga Beladiri asal Korea yang juga populer di Indonesia, olahraga ini juga merupakan olahraga nasional korea. Ini adalah seni beladiri yang banyak dimainkan di Dunia dan juga dipertandingkan di olimpiade. Di tanah air, perguruan atau komunitas Taekwondo, tak terkecuali di Kota Depok.

Sore hari jam 16.00 di dalam GOR KONI Kota Depok. Sebanyak 17 anak manusia, baik muda hingga usia remaja saling berhadapan. Di tubuh mereka melingkar sejumlah item keselamatan mulai dari pelindung dada dan perut sampai pelindung kaki. Mereka sedang melatih tendangan yang beberapa saat sebelumnya diajarkan.

Jangan lihat tubuh mereka yang kurus. Mereka adalah kalangan terlatih, meski seorang perempuan sekalipun. Mereka adalah anggota dari perguruan Taekwondo Menuju Prestasi (Taemi). Dan hari ini merupakan gelaran latihan rutin yang biasa dilakukan.

“Kami memang biasa latihan disini (GOR KONI Kota Depok),” ujar pendiri yang merangkap menjadi pelatih di Taemi, Arie Pratama. Selain menjadikan GOR KONI Kota Depok, anak-anak Taemi juga bisa berlatih di kawasan Universitas Indonesia (UI). Khusus tempat ini, hanya diperuntukan guna latihan fisik.

Secara usia, Taemi cukup masih hijau. Umurnya baru dua tahun. Berdirinya Taemi berangkat dari rasa keinginan kuat dari Arie untuk memiliki perguruan sendiri. Malang melintang menjadi pelatih beladiri khusus kaki ini membuatnya berpikir mendirikan perguruan sendiri. “Saya sudah mengajarkan Taekwondo sejak 2008,”kata dia. Pria berkacamata ini memang cukup ilmu untuk membuat perguruan. Dia kerap menjadi pelatih di sekolah-sekolah. Niat itu akhirnya ia realisasikan. Pertengahan 2012, Taemi secara resmi berdiri.

Hal fantastik terjadi. Keanggotaan awal sudah mencapai 250 murid. Banyaknya relasi menjadikan Arie mudah dikenal dan barang tentu dipercaya. Dari jumlah tersebut, 30 diantaranya difokuskan untuk menjadi atlet profesional.

Prestasi Taemi team club juga sangat banyak sekali namun salah satu yang membanggakan, yakni mampu mendapatkan tiga medali emas di KTB Cup april 2013 se-Jawa Barat. “Saya hanya mengirimkan tiga atlet dalam kejuaraan tersebut,” tandasnya. (*)

Laporan: Muamar Lufti, Radar Depok

 

 





Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Mulai Berlatih Taekwondo

28 02 2014

WTF Taekwondo sebagai sport martial art yang berasal dari Korea Selatan menjadi salah satu beladiri yang semakin terkenal dan menarik perhatian banyak orang di seluruh dunia untuk mengikuti latihan taekwondo. Termasuk di Indonesia, Taekwondo berkembang semakin pesat dan mempunyai anggota yang banyak. Dari usia anak-anak sampai dewasa pun ikut berlatih Taekwondo.

Di Indonesia banyak orang yang mulai berlatih Taekwondo dari usia belia, yang cukup banyak yaitu dari kelompok umur TK sampai SMA. Karena memulai latihan Taekwondo sejak usia belia akan sangat bagus bagi perkembangan fisik dan mental orang tersebut.

Di kelompok umur dewasa, yaitu dari mahasiswa sampai orang yang sudah bekerja terbilang kelompok umur yang jarang untuk memulai latihan Taekwondo. Bisa disebabkan karena beberapa faktor, diantaranya: Aktivitas belajar atau pekerjaan yang sudah semakin sibuk, merasa malu apabila memulai latihan dari umur dewasa, tidak tahu tempat latihan Taekwondo untuk semua umur, dll. Itu beberapa faktor yang selama ini kami tahu dari keterangan beberapa anggota kami yang memulai latihan dari umur dewasa.

Karena itu kami berusaha mengajak orang-orang yang ingin berlatih Taekwondo pada umur dewasa untuk jangan ragu mengikuti latihan Taekwondo. Latihan Taekwondo bisa dimulai kapanpun atau dari usia berapapun, karena kami menyediakan tempat latihan Taekwondo untuk semua umur.

Kami ingin memberikan informasi seputar penerimaan anggota baru untuk semua umur yang ingin berlatih Taekwondo. Untuk sementara ini Taemi (Taekwondo Menuju Prestasi) Team menyelenggarakan tempat latihan umum di dua tempat yang ada di wilayah Kota Depok. Bagi anda yang tinggal di Kota Depok dan sekitarnya bisa bergabung bersama kami untuk berlatih Taekwondo.

Tempat yang pertama yaitu Bang Day Dojang Taekwondo, tempat latihan yang merupakan member dari Taemi Team ini sudah berdiri sejak tahun 2008. Yang didirikan oleh Sabeom Nim Arie Pratama dan Sabeom Nim Fauzan Ahsanu. Lokasi tempat latihan ini berada di Ruko Bang Day, Lt. 2, Jalan Duta Raya No. 3, Cisalak – Depok.

Para anggota sedang melakukan pemanasan sebelum latihan di GOR Koni Depok

Tempat yang kedua yaitu Taemi Team Training Centre, pemusatan latihan ini berada di GOR Koni Depok, Jalan Gelatik Raya – Depok 1. Semua unit latihan yang menjadi member dari Taemi Team dapat ikut berlatih disini. Dengan sarana dan prasarana yang cukup lengkap untuk menunjang prestasi atlet-atlet Taemi Team.

Pada postingan kami selanjutnya, kami akan membahas testimoni para anggota Taemi Team yang mulai berlatih Taekwondo dari umur dewasa.

Salam Taekwondo





Melampaui Target Emas, Tim Porkot Taekwondo Kecamatan Sawangan Sangat Senang

23 04 2013

Porkot (Pekan Olahraga Kota) Depok yang ke IV 2013 sedang berlangsung pada  tanggal 21-24 April 2013. Untuk Cabor Taekwondo telah dilaksanakan pada hari minggu, tanggal 21 April 2013 di Balai Rakyat Depok 2. Taemi Team mengirimkan sebanyak 17 atletnya untuk mengikuti event ini.

editporkot

Tim Sawangan sedang tos sebagai tanda kekompakan.

Berikut ini adalah jumlah atlet yang mewakili beberapa kecamatan yang ada di depok:

– 13 atlet mewakili Kecamatan Sawangan (Berasal dari Taemi Team unit SMAN 5 Depok)

– 2 Atlet mewakili Kecamatan Sukmajaya (Berasal dari Taemi Team unit SMAN 5 Depok)

– 1 Atlet mewakili Kecamatan Beji (Berasal dari Taemi Team Training Centre)

– 1 Atlet mewakili Kecamatan Cipayung (Berasal dari Taemi Team Training Centre)

edit 2 porkot

Foto tim sawangan bersama koordinator (Sabeom Firman, baju merah)

Kecamatan sawangan meraih 4 emas, 2 perak dan 6 perunggu. Melebihi target yang diberikan pihak kecamatan yaitu 3 medali emas. Kalau dilihat perolehan medali emas pada porkot sebelumnya di tahun 2009, dimana kecamatan sawangan meraih 2 medali emas, sekarang naik dua kali lipat menjadi 4 emas. Sungguh prestasi yang sangat membanggakan.

Koordinator Kecamatan Sawangan yaitu sabeom Firman mengaku sangat senang dengan pencapaian prestasi tim nya, karena memang sudah melampaui target dari pihak kecamatan.

Ini adalah daftar peraih medali dari Taemi Team:

* Medali emas

– Kecamatan Sawangan: Aditya Satya Graha, Sonia Ariyanti Sareng, Doddy Aryono dan M. Reza Lutfie.

– Kecamatan Beji: Dinda Nur Kholifah

* Medali perak

– Kecamatan Sawangan: Elis N, Nurindah Saloka.

* Medali perunggu:

-Kecamatan Sawangan: Nada Triana, Hakki Rabbani, Deviana Yulianti, Iffay Sandy, Dwitasari Utami dan M. Rizky F.

– Kecamatan Cipayung: Ary S

– Kecamatan Sawangan: Khoirunisa Rafikasari dan Sari Kusuma

“Sungguh perjuangan yang luar biasa ditunjukan oleh atlet yang tergabung dalam Taemi Team, sehingga bisa mencapai prestasi yang sangat baik dan membanggakan. Tetap semangat berlatih agar prestasi kalian lebih baik lagi. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kesuksesan kami.” Ujar Sabeom Nim Arie Pratama selaku pelatih utama Taemi Team.





Taemi Team Unit SMAN 5 Depok Tampil Dominan di O2SN Taekwondo 2013 se-Depok

23 04 2013

Pada tanggal 11 April 2013 lalu telah dilaksanakan O2SN (Olimpiade Olahraga dan Sains Nasional) Taekwondo se-Depok di GOR Koni Depok. Taemi team mengirimkan dua tim pada pertandingan antar SMA/SMK se-Depok ini, yaitu unit SMAN 5 Depok dan SMAN 9 Depok. O2SN Taekwondo baru pertama digelar di tahun ini, sehingga menjadi kebanggaan kami menjadi yang terbaik pada pertandingan ini.

edit 2 o2sn

Para pemenang di O2SN Taekwondo

SMAN 5 Depok berhasil meraih 4 medali emas, 2 medali perak dan 2 medali perunggu. Sedangkan SMAN 9 Depok berhasil meraih 1 medali perak. “Ini merupakan kebanggaan bagi kami, karena event O2SN Taekwondo baru pertama kali digelar dan kami pun bisa tampil dominan untuk menjadi yang terbaik ditengah persaingan yang sangat ketat. Ini membuktikan bahwa pada pertandingan antar sekolah se-Depok, Taemi Team unit SMAN 5 Depok tetap yang terbaik.” Ujar Sabeom Nim Arie Pratama selaku pelatih utama Taemi Team.

edit 1 o2sn

Para pemenang O2SN Taekwondo bersama official taemi team

Peraih medali emas diantaranya, Nurindah Saloka, Irene Yasmin, Hafiz N, M. Reza Lutfie. Untuk medali perak diraih oleh Khoirunisa Rafikasari, Audi Ilmi dan Tama Abdul Aziz. Dan untuk medali perungggu diraih oleh Iffay Sandy, Elis Siti N.

Semoga dengan prestasi di event ini dapat menjadikan para atlet yang tergabung didalam Taemi Team lebih semangat lagi, lebih berjuang keras untuk meraih prestasi yang terbaik. Taekwondo Menuju Prestasi!





Taekwondo Depok Bertanding di UPI Challenge 2012

29 05 2012

Pada tanggal 25-27 Mei 2012, Tim Taekwondo Kota Depok mengikuti Kejuaraan Taekwondo UPI Challenge 2012 se-Jawa Barat. Kejuaraan ini dilaksanakan oleh UKM Taekwondo Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang digelar setiap tahun, sebanyak 52 tim mengikuti kejuaraan ini, sehingga menjadikan UPI Challenge sebagai salah satu kejuaraan bergengsi di Jawa Barat.

Para atlit berlatih di Kota Bandung sebelum mengikuti UPI Challenge 2012

Dalam mengikuti kejuaraan yang digelar di Sport Hall UPI ini, tim taekwondo Depok mengirimkan 9 atlitnya dalam mengikuti kejuaraan ini, yang terdiri dari 8 atlit kyourugi (fighting) dan 1 atlit poomsae (jurus). Para atlit didampingi oleh pelatih yaitu Sabeum Nim Arie Pratama dan manajer tim yaitu Sabeum Santoso Nugroho.

Pada hari pertama, satu-satunya atlit poomsae yang berasal dari taekwondo Kota Depok gagal meraih medali di kategori poomsae perorangan junior putri. Sehingga harus puas di peringkat ketujuh. Sedangkan pada hari kedua (26 Mei 2012), sebanyak 4 atlit kyourugi bertanding,  kami mendapatkan hasil luar biasa, satu medali emas diraih oleh M. Cesar Farrel Bahrain, satu medali perak diraih oleh Vinny Malisda Mantovani serta satu medali perunggu diraih oleh M. Saiful Islam. Sementara itu, Fitri Susanti gagal meraih medali karena harus terhenti langkahnya di babak penyisihan.

Peraih medali emas, M. Cesar Farrel Bahrain serta manajer tim, Sabeum Santoso Nugroho

“Saya senang, puas dan juga bangga, karena saya mendapatkan medali emas di UPI Challenge 2012. Itu juga atas kerjasama Sabeum Nim Arie Pratama, Sabeum Santoso Nugroho, Sabeum Asep Kurniawan dan juga teman-teman semua. Saya akan terus bekerja keras lagi agar bisa mencapai hasil yang lebih baik lagi. Terima kasih semuanya.” Ujar Farrel, peraih medali emas satu-satunya untuk Tim Taekwondo Depok di kejuaraan ini.

Vinny Malisda Mantovani, peraih medali perak

Peraih medali perunggu, M. Saiful Islam

Foto para peraih medali hari kedua, dari kiri ke kanan: Sabeum Nim Arie Pratama, Farrel, Vinny, Saiful, dan Sabeum Santoso Nugroho.

Hari ketiga kejuaraan (27 Mei 2012), sebanyak 4 atlit kyourugi taekwondo Kota Depok bertanding, Andre Handono tampil baik selama penyisihan, bahkan di semifinal bisa mengalahkan atlit PPLP Jawa Barat. Tapi di final Andre harus mengakui keunggulan lawan yang berasal dari SMAN 1 Leuwiliang (Kota Bogor) dan kalah tipis dengan poin 11-13. Sedangkan Dinda Nur Kholifah harus terhenti langkahnya di perempat final serta Wimo dan Doddy Aryono kalah di babak penyisihan.

Andri Handono, peraih medali perak

Total raihan medali tim taekwondo Kota Depok adalah satu medali emas, dua medali perak dan satu medali perunggu. “Alhamdulillah bisa dapat medali emas, selamat untuk para atlit yang bertanding, semoga dapat menghasilkan prestasi yang lebih baik lagi.” Itulah ucapan selamat dari Ketua Pengcab TI Kota Depok, Ibu Yuyun Purnomo kepada para atlit via sms.

Persaingan di kejuaraan ini sangat berat, banyak tim elit yang turun disini. Sehingga para atlit harus berjuang keras untuk meraih kemenangan. “Kami berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan pertandingan ini, para atlit rata-rata harus bertanding 4 kali untuk meraih medali emas, dengan hasil ini kami bangga dan berharap semoga kedepannya bisa lebih baik lagi.” Ujar Sabeum Nim Arie Pratama.

Terima kasih kepada Koni Kota Depok, Pengcab TI Depok, para pelatih senior (Sabeum Nim Indra Gunawan,  Sabeum Nim Abdul Rahman, Sabeum Nim Fauzan Ahsanu, Sabeum Asep Kurniawan) serta para orang tua atlit yang mendukung kami sehingga dapat bertanding di kejuaraan ini dengan penuh semangat.

Salam Taekwondo

http://www.bdjtaekwondo.com